ARUS PAGI
11/06/2015 01:49:00 PM
Arus pagi
Diberbagai sudut kota ini, pagi pagi kebanyakan orang
orang sudah memulai berbagai aktivitas, malah ada yang sedari subuh dan
dinihari.
Mereka yang masih sekolah yang sekolahnya dekat dari
rumah bisalah cuma dengan berjalan kaki, dan yang jauh alternatif satu satunya
ya naik transportasi untuk sampai ke sekolah. Transportasi yang digunakan pun
beragam, mulai dari sepeda motor hingga mobil, baik kesekolahnya diantar sodara
atau orang tua, atau malah dibawa sendiri. Nah bagi yang kagak ponya atau yang
orang tuanya tidak sempat mengantarkan, pilihannya tinggal naik angkot atau
naik ojek, atau kalo lagi nasib baik nyebeng sama teman ( maunya seh geto ...
hehe ).
Tak jauh berbeda juga dengan mereka mereka yang pergi
bekerja, mereka juga membawa kendaraan sendiri dan ada juga yang nyebeng sama
teman. Tapi di beberapa perusahaan swasta mereka menyediakan kendaraan untuk
antar jemput karyawannya, biasanya kalo mobil kecil bisa sih antar jemput
kerumah, tapi kalo mobil besar seperti bus, mereka harus menunggu di pinggir
jalan raya tempat jalus bus tiap hari. Nah bagi mereka yang tinggal bukan di
pinggir jalan raya, mau gak mau mesti jalan atau naik kendaraan lagi ke titik
penjemputan.
Bagi mereka yang bekerja memiliki warung yang menjual
sarapan, kegiatannya malah dimulai dari awal lagi. Kemarennya mempersiapkan
bahan yang akan di olah untuk pagi ini dan dini hari mereka sudah sibuk memasak
berebagai macam jenis makanan yang ditawarkan nantinya kepada pelanggan. Nah
bagi yang bertepat tinggal di warungnyanya itu, mereka bisa secara langsung
mempersiapkan dagangannya dengan cepat. Tapi bagi yang bertempat tinggal jauh
dari warungnya, mereka mesti cepat cepat membawa barang dagangannya karena
khusus dagangan sarapan itu rentang waktunya pendek sekali.
Para pedagang dipasar seperti itu juga, dini hari
mereka telah sibuk dengan mempersiapkan dagangannya, seperti pedagang ikan,
daging, kelapa cabe, rempah rempah, sayur. Karena disaat warung nasi sudah
mulai sibuk membeli bahan bahan yang akan diolahnya. Tapi para pedagang
pakaian, sepatu, kain, buku, termasuk showroom kendaraan bermotor, mereka agak
telat buka tokonya, biasanya jam 08:00 pagi.
Beda lagi ibu ibu yang tinggal di rumah, apalagi yang
masih ponya anak kecil, dari dini hari sudah sibuk sekali, ngurus rumah, ngurus
anak, nyiapin sarapan pagi, setelah tu, pergi kepasar beli bahan bahan untuk
kebutuhan rumah tangga.
Kalo dirumah sakit lain lagi, mereka rutin merawat,
mengobati dan menjaga orang sakit biar cepat sembuh, baik sakit flu sampai
kanker, baik yang rawat jalan, UGD, maupun rawat inap. Mereka berusaha
memebantu orang orang sakit hingga sembuh.
Disekolah guru guru mengajar murid murid yang dimana
sekarang ini fungsinya cuma mediator perpindahan ilmu dari buku kemurid saja,
beda dengan dahulu, kelas 1 SD guru yang mengajar murid membaca hingga lancar,
tapi sekarang kalo belon bisa baca belon boleh sekolah ( kok tambah ringan ya
??? ). Andai saja guru guru yang sekarang benar benar mendidik murudnya dengan
hati yang tulus ... mungkin tidak ada tikus tikus yang kerjarnya mengkorupsi
dana untuk pembangun, padahal itu duit kita kita yang setia bayar pajak.
Tapi pagi pagi ini bagaimana anak anak yang tidak ponya
rumah, gelandangan, pengangguran pagi ini ? apa yang mereka fikirkan pagi ini ?
apa mereka memikirkan juga dimana tempat sarapan yang paling enak ? apa mereka
memikirkan ntar siang makan dimana atau bisakah nanti dapat makan dan siapa
yang sudi memberi kebaikan untuk makan mereka ? ( andai saja ada yang membuka
mata ..... ).
Jadi begitulah
arus pagi ini ... memang itu luput dari pantauan kita kita, meskipun sudah ada
cctv terpasang dimana mana.
Vissel avispa
Doeri, 06 Nov 2015


Posting Komentar